Tentang Gusdur

Gus Dur sebagai Kata Kerja

Oleh  Muhammad Al-Fayyadl

Memang mudah meraba denyut kehilangan itu setelah setahun lebih kepergiannya. Di Ciganjur, tepat di peringatan haulnya, ratusan orang berkumpul dan mengadakan berbagai acara hingga dua hari suntuk, dari diskusi serius, obrolan ringan, hingga panggung seni, untuk mengenangnya—seakan dia pergi untuk dimeriahkan, tidak untuk diratapi. Tapi, tetap, meski orang-orang tertawa (mereka mungkin mengenang lagi kejenakaan dan humor-humor cadasnya), atau sekadar bercanda kecil di tengah reriuhan acara, ada tanda tanya menggantung, yang tak terjawab: ada apa pasca-Gus Dur? Continue reading

Standard
Tentang Gusdur

Peta Intelektualisme dan Tema Pokok Pemikiran Gus Dur

Oleh : Marzuki Wahid

Kehadiran Gus Dur—panggilan akrab KH. Abdurrahman Wahid, Presiden RI Keempat dan Ketua Umum PBNU 1984-1999 yang wafat pada 30 Desember 2009—tidak  bisa dipisahkan dari sejarah kontroversi dan kenylenehan di negeri ini, utamanya sepanjang era Orde Baru. Semenjak kepulangan dari studinya di Mesir dan Irak sekitar awal 1970-an, ia mulai membuat kejutan-kejutan baru. Baik lewat tulisan-tulisannya di pelbagai media massa terkemuka saat itu, maupun lompatan-lompatan tindakannya dari bandara tradisi habitatnya, pondok pesantren, Gus Dur selalu menggulirkan wacana kritis ke hadapan publik—jika ia sendiri tidak menjadi konsumsi untuk wacana publik. Pertanyaannya kemudian: mengapa terjadi kontroversi dan mengapa dianggap nyleneh? Apakah karena faktor Gus Dur yang memicu kontroversi ataukah karena kondisi masyarakat atau negara yang belum siap menerima ajakan Gus Dur, sehingga menimbulkan kontroversi dan menganggapnya nyleneh? Continue reading

Standard
Gusdur

Marxisme-Leninisme Dalam Perspektif Islam

Oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
(Sumber: Persepsi, No.1, 1982)

Selama ini orang menganggap bahwa Marxisme-Leninisme atau lebih mudahnya komunisme, berada dalam hubungan diametral dengan Islam. Banyak faktor pendorong kepada tumbuhnya anggapan seperti itu. Secara politis, umpamanya dalam sejarah yang belum sampai satu abad. Marxisme-Leninisme telah terlibat dalam pertentangan tak kunjung selesai dengan negara-negara (dalam artian pemerintahan negara bangsa atau nation state), bangsa-bangsa, dan kelompok-kelompok muslim di seluruh dunia. Continue reading

Standard